Ads

Langkah Kaki



Ku beritahu padamu, namun bukan berarti harus ku paksa kau tahu. Ini hanya sekedar berbagi untuk luapan emosional karena ku pikir setiap orang pernah mengalami tentang pasang-surut hidup yang bisa dan yang tak bisa kau terima. Tentang ingin yang hanya berujung pada harapan 'seandainya' atau tentang apa yang tak bisa kau ceritakan pada siapapun bahwa setiap orang punya rahasia, punya mimpi, punya impian, punya pertanyaan yang bahkan tak satu orang pun bisa memberi jawaban. Mungkin hingga di satu sisi kau terdiam, menatap dinding-dinding kamar yang terlalu bisu untuk sekedar diajak berbincang?

Dan atau lalu, bagaimana tentang impian yang kau cintai namun tak bisa kau jalani? Ku beritahu, Kawan. Aku, dia, kau atau mereka semua punya jawaban sendiri. Entah yang dimengerti atau tidak dimengerti, kau bebas memilih jawaban. Bukankah sama halnya dengan kau bebas memilih jalan?

Mungkin di suatu sisi senyummu bisa kau dustakan pada setiap orang, namun tidak dengan dirimu sendiri. Pada akhirnya, kamu lebih memilih mengukur jarak dengan langkah yang bahkan tak dimengerti oleh akal sehat kapan langkah berhenti. Setelah bosan menelusuri ramai kota dengan riuh dentuman musik liar, namun tidak bahagia, maka kau pasti akan beranjak pergi. Bukankah begitu sifat manusia? Beranjak bila tak suka dan tinggal bila bahagia? Aku tegskan kau bebas memilih tempat di mana raga terasa nyaman untuk merebah dan bersandar.

Kau adalah apa yang kau yakini, bila kau mencintai fajar maka kau harus menjadi embun, bila kau mencintai gunung kau harus menjelma menjadi tebing. Kau tak harus mengerti tentang apa yang ku jalani, tentang langkah yang terkadang harus di paksa, debu merayap di kulit basah, asap mengepul di tiap jengkal raga, atau dahaga yang terobati oleh pokari. Nikmati saja apa yang kau pilih untuk jalani !

No comments

Theme images by hdoddema. Powered by Blogger.